The Human Fraternity Paradigm in International Relations: Reconceptualizing Refugee Protection through Dar al-Ifta al-Miṣriyah’s Fiqh al-Lāji’in

Main Article Content

Alfy Isya Muharam

Abstract

Krisis pengungsi global telah menyingkap kelemahan mendasar dalam sistem negara-bangsa Westphalia yang seringkali memprioritaskan kedaulatan nasional di atas hak-hak dasar individu yang terpaksa berpindah. Penelitian ini mengusulkan paradigma "Persaudaraan Kemanusiaan" sebagai kerangka alternatif dalam Hubungan Internasional (HI) untuk menjawab keterbatasan pendekatan kemanusiaan sekuler. Dengan menggunakan metode studi pustaka, riset ini menganalisis secara kritis "Fiqh al-Laji’in" (Fikih Pengungsi) yang dirumuskan oleh Dar al-Ifta al-Misriyah dan visi Persaudaraan Kemanusiaan yang diusung oleh Grand Sheikh Ahmed el-Tayyeb. Fokus analisis terletak pada rekontekstualisasi status Ibnu Sabil menjadi kategori hukum-etis modern yang menuntut solidaritas global. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pendekatan Wasathiyah (moderat) dari Dar al-Ifta memberikan landasan teologis dan hukum yang kuat bagi "Solidaritas Transnasional," di mana kesucian nyawa manusia (hifz al-nafs) melampaui batas-batas geopolitik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengintegrasian kerangka etika-hukum Islam ke dalam diskursus HI dapat menawarkan mekanisme perlindungan pengungsi yang lebih inklusif dan bermartabat dalam tatanan global yang sedang berubah.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

How to Cite

Muharam, A. I. (2026). The Human Fraternity Paradigm in International Relations: Reconceptualizing Refugee Protection through Dar al-Ifta al-Miṣriyah’s Fiqh al-Lāji’in. Perantau: Journal of Migration, Borders, and Belonging, 2(1). http://journal.ygtmi.org/perantau/article/view/44 (Original work published 2026)

References

Acharya, A. (2024). The Evolution of Global International Relations: Overcoming Western Centrism. Cambridge University Press.

Adinugraha, H. H., dkk. (2023). Human Fraternity in the Perspective of Grand Sheikh Ahmed al-Tayyeb. Journal of Islamic Studies and Humanities.

Allam, S. (2021). The Role of Fatwa in Stabilizing Societies. Dar al-Ifta al-Misriyah Press.

Al-Tayyeb, A., & Francis, P. (2023). The Document on Human Fraternity for World Peace and Living Together: Five Years of Impact (Anniversary Edition). Vatican Press/Al-Azhar Press.

Betts, A. (2021). The Wealth of Refugees: How Displaced People Can Build Economies. Oxford University Press.

Buzan, B., & Schouenborg, L. (2022). Global International Society: A New Framework for Analysis. Cambridge University Press.

Dar al-Ifta al-Misriyah. (2024). Fatawa al-Muwatanah wa al-Laji'in (Fatwa-Fatwa Kewarganegaraan dan Pengungsi). Cairo: Dar al-Ifta Press.

Fadel, M. (2022). Islamic Law and the Challenges of Modern Statehood. University of Chicago Press.

Hassan, M. H. (2022). The Concept of Wasatiyyah in Contemporary Islamic Thought. Routledge.

Herningtyas, R., & Surwandono. (2021). Humanitarian Diplomacy in the Middle East: Case Studies of Faith-Based Organizations. Jurnal Hubungan Internasional.

Jones, R. (2022). Border Walls: Humanity on the Edge.

Journal of Refugee Studies. (2023). Islamic Ethics and the Protection of Displaced Persons: A Comparative Analysis.

Maksum, A. (2021). The Dynamics of International Relations in the Muslim World: Challenges and Opportunities.

Maksum, A., & Surwandono. (2022). Shifting Paradigms in Islamic Diplomacy: From Conflict to Cooperation. Journal of Islamic World and World Politics.

Review of International Studies. (2025). Decolonizing Refugee Studies: Perspectives from the Global South.

Shani, G. (2021). Religion and Nationalism in Southeast Asia.