Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Berbasis Produksi Garam Beryodium: Studi Kasus UD SNIPER Kabupaten Jeneponto
Isi Artikel Utama
Abstrak
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui peran UD SNIPER, sebuah usaha mikro yang berbasis di Desa Pallengu, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, dalam memberdayakan masyarakat pesisir melalui produksi garam beryodium. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, penelitian ini mengumpulkan data primer melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta data sekunder dari laporan kelembagaan dan dokumen pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UD SNIPER memproduksi rata-rata 250 kilogram garam beryodium per hari dengan melibatkan sepuluh pekerja lokal tetap. Usaha ini berkontribusi signifikan terhadap peningkatan pendapatan rumah tangga, penciptaan lapangan kerja, dan ketahanan ekonomi masyarakat pesisir. Selain itu, sertifikasi SNI ISO 3556:2016 memperkuat daya saing produk di pasar modern sekaligus mendukung agenda nasional pencegahan kekurangan yodium. Dengan demikian, UD SNIPER merepresentasikan sebuah model praktik baik dalam pengembangan usaha mikro berbasis potensi lokal, dengan implikasi yang lebih luas terhadap pemberdayaan ekonomi, ketahanan pangan, dan kesehatan masyarakat.
##plugins.themes.bootstrap3.displayStats.downloads##
Rincian Artikel
Terbitan
Bagian

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Cara Mengutip
Referensi
[1] S. Windari and F. L. Nisa, “Potensi Wakaf Produktif Dalam Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat di Indonesia,” Econ. Bus. Manag. Journal (EBMI), 2024, [Online]. Available: https://www.ejournal-rmg.org/index.php/EBMJ/article/view/215.
[2] A. Sulfianti, F. Husain, N. Hamid, and A. Amin, “Pendampingan Penerapan Standardisasi SNI 3556: 2016 Produk Garam Beryodium,” Journal of Pentahelix Adpertisi, vol. 1, no. 1, pp. 12–20, 2024. https://jurnal.adpertisi.or.id/index.php/JPA/article/view/521
[3] Nadimin, “Relationship between Level of Education and Use of Iodized Salt in South Sulawesi,” Mkmi, vol. 1, no. 1, pp. 235–240, 2015.
[4] Hayati and L. Savitri, “Kajian Fortifikasi Garam Beryodium Yang Beredar Di Kabupaten Siak Riau,” SITAWA J. Farm. Sains dan Obat Tradis., vol. 3, no. 1, pp. 75–88, 2024, https://doi.org/10.62018/sitawa.v3i1.90
[5] S. Irviani A. Ibrahim, Sitti Raodhah, Syarfaini, “Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemanfaatan Garam Beryodium Ibu Rumah Tangga di Kelurahan Pallengu Kabupaten Jeneponto,” Al-Sihah Public Heal. Sci. J., vol. 10, no. 1, pp. 26–36, 2018. https://repositori.uin-alauddin.ac.id/20695/
[6] N. Agustina and A. Ulilalbab, “Hubungan Merk Garam Dan Perilaku Penyimpanan Garam Dengan Kandungan Yodium Garam Rumah Tangga,” J. Kesehat. Tambusai, vol. 4, no. 1, pp. 191–198, 2023.
[7] S. Syabrinildi, “Pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui kemitraan koperasi dan usaha mikro: sebuah studi pada sektor pertanian,” Innov. J. Soc. Sci. Res., 2024, [Online]. Available: http://j-innovative.org/index.php/Innovative/article/view/10334.
[8] D. Setiyawati, S. Semaun, and M. Muhammadun, “Implementasi Corporate Social Re Implementasi Corporate Social Responsibility PT. Angkasa Pura I Makassar Berbasis Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat,” Ekalaya: J. Ekon. Akuntansi, 2023, [Online]. Available: https://jurnal.kalimasadagroup.com/index.php/ekalaya/article/view/93.
[9] D. Syafikri, D. Mardhia, F. Yahya, and N. Andriyani, “Pemberdayaan Kelompok Setia Kawan dalam Produksi Garam Beryodium di Desa Labuhan Bajo, Sumbawa,” Agrokreatif J. Ilm. Pengabdi. Kpd. Masy., vol. 6, no. 1, pp. 45–52, 2019, https://doi.org/10.29244/agrokreatif.6.1.45-52.
[10] M. Apriliana, “Produksi Pada Umkm Garam Beryodium Studi Kasus,” Indones. J. Econ. Law, vol. 1, no. 1, pp. 17–25, 2025. https://e-jurnal.jurnalcenter.com/index.php/ijel/article/view/887
[11] D. F. Az-zahra, A. Mone, and S. Sudarmi, “Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Melalui Pemanfaatan Rumput Laut Di Kelurahan Pabiringa Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto,” Kaji. Ilm. Mhs. Adm. Publik, vol. 4, no. 6, pp. 1227–1240, 2024, https://doi.org/10.26618/kimap.v4i6.13743.
[12] R. Sunoko, A. Saefuddin, R. Syarief, and N. Zulbainarni, “Proteksionisme dan Standardisasi Garam Konsumsi Beryodium,” J. Kebijak. Sos. Ekon. Kelaut. dan Perikan., vol. 12, no. 2, p. 101, 2022, https://doi.org/10.15578/jksekp.v12i2.11077.
[13] F. Azis, R. Risfaisal, and I. Rosa, “Modal Sosial Masyarakat Pesisir (Studi Kesejahteraan Sosial Petani Rumput Laut di Kabupaten Jeneponto),” Aksiologi J. Pendidik. dan Ilmu Sos., vol. 3, no. 1, pp. 24–36, 2022, https://doi.org/10.47134/aksiologi.v3i1.120.
[14] Z. Muhammad Chaerul, Yusmanizar, Abdul Samad A., “Pengembangan Garam Biasa Menjadi Garam Spa Sebagai Upaya Peningkatan Ketahanan Ekonomi Masyarakat Petani Garam Daerah Cikoang Kab . Takalar Development of Ordinary Salt into Spa Salt as an Effort to Increase the Economic Resilience of the Salt Farming Com,” Ekon. Ilmu Sos., vol. 1, no. 1, pp. 0–5, 2023. https://doi.org/10.35311/jmpm.v4i2.289
[15] Y. I. Jayadi, E. Elfira, N. Nurul, Wisda Sri Wahyuni, and F. Ramadan, “Penggunaan garam beryodium di Dusun Halahalaya, Desa Kanreapia, Kabupaten Gowa,” Soc. J. Public Heal. Serv., vol. 2, pp. 173–179, 2023, https://doi.org/10.24252/sociality.v2i2.40317.