Mengoptimalkan Media Sosial Rays Billiard & Café Dengan Menggunakan 5 Pilar Media Sosial
Isi Artikel Utama
Abstrak
Studi ini menganalisis optimasi media sosial untuk meningkatkan keterlibatan pelanggan dan mempromosikan bisnis di Rays Billiard & Cafe, sebuah usaha kecil yang beroperasi di sektor olahraga dan hiburan. Studi ini dimotivasi oleh meningkatnya peran media sosial sebagai alat pemasaran strategis bagi UMKM di era digital. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi media sosial yang efektif, termasuk konten visual, waktu posting, penggunaan hashtag, dan implementasi lima pilar media sosial, untuk mendukung visibilitas merek dan potensi penjualan. Metode yang digunakan adalah Penelitian Aksi Partisipatif (PAR) dengan pendekatan Diskusi Kelompok Fokus (FGD), yang melibatkan pemilik bisnis dan karyawan sebagai partisipan aktif dalam proses perencanaan, aksi, observasi, dan refleksi. Hasil menunjukkan bahwa implementasi konten video edukatif, video tutorial, dan siaran langsung melalui Instagram dan TikTok secara signifikan meningkatkan keterlibatan audiens. Namun, studi ini juga mengidentifikasi tantangan utama, termasuk konsistensi yang terbatas dalam produksi konten dan manajemen media sosial yang berkelanjutan. Kesimpulan studi ini menegaskan bahwa optimasi media sosial berdasarkan pendekatan partisipatif tidak hanya efektif dalam meningkatkan keterlibatan dan kesadaran merek tetapi juga dalam memperkuat keterlibatan bisnis internal dalam proses branding. Kontribusi penelitian ini terletak pada integrasi praktis pendekatan PAR dengan strategi pemasaran digital UMKM, menyediakan model yang dapat diterapkan bagi bisnis serupa untuk mengembangkan branding dan promosi berbasis media sosial secara kolaboratif dan berkelanjutan.
##plugins.themes.bootstrap3.displayStats.downloads##
Rincian Artikel
Terbitan
Bagian

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Cara Mengutip
Referensi
[1] R. F. Suhab, “Pemanfaatan Media Digital untuk Mendukung Sektor Pariwisata Pantai Garassi Desa Nepo Kecamatan Wonomulyo,” Macoa J. Pengabdi. Kpd. Masyarakat, 2025, [Online]. Available: https://journal.itbmpolman.ac.id/index.php/jurnalmacoa/article/view/241.
[2] K. I. Puspitasari, Z. Burhan, and ..U. Ramli, “Implementasi Pengembangan Industri Pariwisata Halal Sebagai Strategi Peacebuilding Thailand Pada Konflik Etnis Muslim Melayu di Kawasan Thailand Selatan,” J. Noken Ilmu-Ilmu Sosial, 2024, https://doi.org/10.33506/jn.v10i2.3599
[3] N. Hidayat, R. N. Septian, and Y. T. Herlambang, “Sosial Media dalam Masyarakat sebagai Konsep Nyata Determinisme Teknologi,” Upgrade Teknol. Pendidikan Teknologi Informasi, 2024, https://doi.org/10.30812/upgrade.v1i2.3715
[4] O. B. Bangun, “Peran Pariwisata dalam Peningkatan Devisa Negara,” Circ. Arch., 2024, [Online]. Available: http://circle-archive.com/index.php/carc/article/view/223.
[5] F. Economie and E. N. Bedrijfskunde, “Working Paper the Stakeholder Model Refined,” J. Bus., pp. 1–46, 2008.
[6] G. Zuccaro, “Productivity of digital fabrication in construction: Cost and time analysis of a robotically built wall,” Autom. Constr., vol. 112, no. 1, 2019. https://doi.org/10.1016/j.autcon.2018.04.004
[7] B. Freudenreich, F. Lüdeke-Freund, and S. Schaltegger, “A Stakeholder Theory Perspective on Business Models: Value Creation for Sustainability,” J. Bus. Ethics, vol. 166, no. 1, 2020, https://doi.org/10.1007/s10551-019-04112-z.
[8] R. D. Sari and P. KennediSiahaan, “Pemasaran Berkelanjutan Pada Usaha Olahraga Biliar: Media Sosial Untuk Capai Netralitas Karbon,” TECHNO-SOCIO Ekon., 2025, [Online]. Available: https://jurnal.usbypkp.ac.id/index.php/techno-socio-ekonomika/article/view/4127.
[9] Y. Aziizah, F. Billah, S. Fazreen, and Hendryadi, “Strategi Kualitas Layanan dalam Meningkatkan Penjualan pada Usaha Kedai Om Bew &Biliar,” BERDAYA J. Pendidikan dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 2025, https://doi.org/10.36407/berdaya.v7i2.1613
[10] R. D. Sari and P. K. Siahaan, “Pemasaran Berkelanjutan pada Usaha Olahraga Biliar: Media Sosial untuk Capai Netralitas Karbon. Techno-Socio Ekonomika, 18 (April), 106–114.” 2025.
[11] T. Navarrete, “Digital heritage tourism: innovations in museums,” World Leis. J., 2019, https://doi.org/10.1080/16078055.2019.1639920.
[12] D. S. Puspitarini and R. Nuraeni, “Pemanfaatan Media Sosial Sebagai Media Promosi,” J. Common, vol. 3, no. 1, pp. 71–80, 2019, https://doi.org/10.34010/common.v3i1.1950.
[13] A. Wardhana, “Brand Image Dan Brand Awareness,” Brand Mark. Art Brand., no. January, 2022.
[14] L. Nayiroh and E. Ema, “Komunikasi Media Sosial Sebagai Alat Mobilisasi Gerakan Sosial Di Indonesia,” J. Ilmu Komun. UHO J. Penelit. Kaji. Ilmu Sos. dan Inf., vol. 9, no. 1, pp. 221–238, 2024. https://doi.org/10.52423/jikuho.v9i1.159
[15] Y. Yupi and A. Heryadi Putri, “Analisis Konten Strategi Komunikasi Pemasaran Pada Aplikasi Tiktok,” KOMVERSAL, 2023, https://doi.org/10.38204/komversal.v5i1.1214.